Selasa, 18 Maret 2008

WALISONGO

Walisanga dari Arab?


Memang banyak versi tentang masuknya Islam ke Nusantara. Sebagian sumber sejarah yang berasal dari kalangan orang Barat menyatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia pada abad XIII M, dibawa oleh orang-orang Persia dan India. Ada pula yang menyatakan penyebar Islam berasal dari China, sebagaimana ditulis Wal Suparmo dalam Walisanga dari China? Namun, berbagai keterangan itu dibantah oleh para sejarawan dari kalangan Muslim. Mereka menganggap keterangan semacam itu sengaja disebarkan demi tujuan politis tertentu.

Seminar "Masuknya Islam ke Indonesia" yang diselenggarakan pada 17-20 Maret 1963 di Medan jelas membantah keterangan masuknya Islam dibawa dari Persia, India, atau China. Seminar yang dihadiri sejumlah ulama dan ahli sejarah ternama itu menyimpulkan bahwa Islam masuk untuk pertama kali ke Indonesia melalui pesisir Sumatera pada abad pertama Hijriah, langsung dari negeri Arab.

Keterangan seperti ini diperkuat oleh sejumlah besar ahli sejarah, dari kalangan Islam maupun para peneliti dari Barat. Antara lain, L.W.C. Van den Berg dalam bukunya, Le Hadramaut et les Colonies des Arabes dans l'Archipel Indien (1886). Dalam buku itu ia menyatakan, "Adapun hasil nyata dalam penyiaran agama Islam (ke Indonesia) adalah dari orang-orang Sayyid dan Syarif. Dengan perantaraan mereka, agama Islam tersiar di antara raja-raja Hindu di Jawa dan daerah lainnya. Selain mereka, ada pula penyebar agama Islam dari suku Hadramaut, tetapi tidak meninggalkan pengaruh sebesar yang dilakukan para sayyid. Hal ini disebabkan karena kaum Sayyid dan Syarif, adalah keturunan dari tokoh pembawa Islam (Nabi Muhammad)."

Y.A.B. Wiselin dalam bukunya De Fransen in Indochina (1878) menerangkan bahwa di Koromandel, pernah berdiri sebuah kerajaan pertama kaum Alawiyyin dari Hadramaut. Kerajaan ini akhirnya hancur karena kalah dalam suatu peperangan, penduduknya berpencar ke Cochin China, Champa, Kuching (Borneo), Brunei dan kepulauan Filipina.

Sir Thomas Raffles, mantan Gubernur Inggris di pulau Jawa (1811) menerangkan dalam bukunya, History of Java, bahwa Maulana Malik Ibrahim yang dimakamkan di Liran dekat kota Gresik, seorang penyiar agama Islam terkenal, adalah keturunan Arab, dari Zainal Abidin bin Husain bin Ali.

Selain keterangan dari para penulis Barat itu, masih banyak lagi karya peneliti Muslim seperti Hamka, K.H. Saifuddin Zuhri, Prof. A. Hasymi dan tokoh-tokoh lain yang menegaskan bahwa para tokoh penyiar Islam pertama di Indonesia, termasuk sebagian besar Walisanga, merupakan keturunan Arab. Bahkan termasuk keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW, dari garis keturunan cucu beliau, Al-Husain bin Ali.

Para penyebar agama Islam itu memang berasal dari Arab, namun mereka tidak langsung datang dari Timur Tengah menuju ke Indonesia. Dalam perjalanan, mereka sempat singgah dan menetap di beberapa tempat seperti India, Champa, Kampuchea, China bagian selatan, dan daerah-daerah lainnya. Di negeri-negeri itu adakalanya mereka menetap selama beberapa generasi dan membaur dengan penduduki asli. Maka ketika anak cucu mereka datang ke negeri-negeri lainnya, mungkin saja mereka tidak dikenal lagi sebagai orang-orang Arab, tetapi lebih dikenal sebagai warganegara asli dari negeri-negeri mereka yang baru.

Inilah sebabnya, sebagian ahli sejarah ada yang menyebutkan bahwa para penyiar Islam pertama, termasuk Walisanga yang dikenal dengan nama-nama Jawa seperti Sunan Ampel, Sunan Demak, dan lainnya berasal dari India atau Persia, bahkan ada yang menyebutnya berasal dari negeri China.
sumber : www.suaramerdeka.com

Senin, 03 Maret 2008

Bahan Bakar Air Dambaan Kita

Bahan Bakar Air Bukan Lagi Impian



Penilaian Pembaca: / 94 BurukTerbaik
Ditulis Oleh Yuni Ambarwati
14-02-2008,
Halaman 1 dari 5
Subsidi pemerintah untuk BBM tahun 2007 sudah mencapai 50,64 triliun rupiah. Sungguh beban yang amat berat bagi pemerintah yang sekarang ini terus mengalami defisit anggaran. Sementara, harga bahan bakar minyak (BBM) semakin melambung padahal konsumsinya terus meningkat. Tak hanya itu, penggunaan BBM juga menyebabkan emisi gas yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan. Menyikapi hal itu, eksplorasi energi alternatif pengganti BBM terus dilakukan. Belum lama ini, para peneliti di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil menemukan energi baru dari air, yang telah dipatenkan dengan nama Banyugeni.
Sesuai namanya, Banyugeni, energi ini berasal dari air (hidrofuel). Inspirasi penelitian hidrofuel ini berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an, sebagaimana dikemukakan oleh Rektor UMY, Dr Khoiruddin Bashori, "At-Thur ayat 6 yang berbunyi perhatikan laut yang berapi, Al-Anbiya’ ayat 30 dan Kami jadikan dari air segala sesuatu hidup, dan At-Takwir ayat 6, dan apabila laut dipanaskan."Berdasarkan ayat-ayat tersebut, para peneliti UMY berupaya mengakomodasikan sinyal-sinyal teknologi yang termaktub dalam al-Qur’an, dengan melakukan penelitian dan pengembangan. Banyugeni mempunyai varian produk berupa hidro-kerosene (setara minyak tanah), hidro-diesel (setara solar), hidro-premium (setara bensin), dan hidro-avtur (setara bahan bakar jet). Produk-produk itu akan terus dikembangkan untuk mendapatkan kualitas terbaiknya.Untuk menghasilkan hidrofuel, digunakan teknologi “mekanotermal-elektrokemis” yang mencakup empat macam proses yaitu mekanik (gerak), thermal (panas), listrik dan kimiawi. Perpaduan ke empat proses itu, dengan bahan baku air yang sangat natural, akan menghasilkan beberapa produk bahan bakar minyak yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi bagi lingkungan. Kandungan unsur dan sifat bahan bakar minyak yang sudah diolah pada Banyugeni memungkinkannya langsung digunakan pada mesin tanpa terlebih dahulu mengubah atau memodifikasi komponen.Hasil ujicoba menunjukkan hidro-kerosene dapat langsung digunakan untuk menyalakan kompor minyak tanah, lampu minyak atau petromak. Hidro-diesel dapat langsung digunakan pada mesin diesel atau mobil dengan bahan bakar solar, dan hidro-premium dapat langsung digunakan pada mobil, motor atau mesin berbahan bakar bensin dan pesawat aeromodeling. Sementara hidro-avtur telah diujicobakan pada mesin berbahan bakar jet misalnya untuk pesawat aeromodeling.Produk-produk itu aman digunakan. Tidak korosif, beremisi sangat rendah, dan tidak menyisakan banyak residu.Hidro-premium tidak bersifat korosif sehingga tidak menyebabkan karat (skala copper strip corrosion 1a). Ia juga tidak meninggalkan residu (hanya 0,5 %vol dari maksimal 2,0 %vol yang diijinkan). Selain itu kandungan bahan pencemar dari emisi bahan bakar ini sangat rendah, antara lain kandungan sulfur hanya 0,03 %wt (dari maksimal 0,05 %wt yang diijinkan) serta kandungan timbal (Pb) hampir nol (dari maksimal 0,013 yang diijinkan). Pada pengujian terhadap pesawat aeromodeling, bahan bakar ini ternyata cukup bagus, memberikan rpm > 16.000.Hidro-avtur juga tidak korosif, dan beremisi rendah (total sulfur hanya 10% dari maksimal yang dipersyaratkan) dan tidak mudah membeku (freezing point -45oC). Dari pengujian terhadap pesawat aeromodeling, bahan bakar ini dapat digolongkan sebagai bahan bakar jet. Untuk penggunaan sebagai jet-fuel, hidro-avtur ini sangat istimewa karena akan tetap bersifat dingin, memiliki IBP (initial boiling point) 164 derajat Celcius. Demikian juga Hidro-diesel, tidak bersifat korosif (copper strip 1a), IBP 201 derajat Celcius, beremisi rendah, dan tidak meninggalkan residu berlebihan, dengan index Cetane 51,3.Hasil pengujian terhadap hidro-kerosene memperlihatkan bahwa bahan bakar rakyat tersebut tidak korosif (copper strip corrosion 1a), IBP 161oC, tidak beracun dan tidak beremisi (total sulfur 0,03 %wt dari max 0,2 %wt yang diijinkan) dan tidak meninggalkan residu (hanya 0,5 %vol). Pada pengujian dengan lampu minyak, hidro-kerosene tidak menimbulkan asap jelaga yang berlebihan.Produk-produk itu telah diuji di PT CoreLab Indonesia, sebuah laboratorium internasional yang independen. Hasilnya secara meyakinkan menunjukkan bahwa keempat varian Banyugeni itu telah memenuhi standar Dirjen Migas.Penelitian ini terus akan dikembangkan, tidak saja pada level laboratorium, namun juga level industri sehingga dapat memenuhi kebutuhan energi pada sektor transportasi, sektor industri, dan sektor rumah tangga dengan harga yang murah. Implikasi pengembangan produk ini sangat luas, seperti pengurangan beban biaya produksi semua sektor, dan secara langsung akan menghemat anggaran negara untuk subsidi BBM.
Sumber : www.suaramerdeka.com

AWAS NII SEDANG GERILYA


Gerilya NII KW IX di Kampus Semarang



Penilaian Pembaca: / 8 BurukTerbaik
Ditulis Oleh udin
21-02-2008,
Halaman 1 dari 2Kali pertama saya mendengar pengakuan dari Ema, mahasiswa semester IV di salah satu PTN (Perguruan Tinggi Negeri) di Semarang. Suatu kali ia diajak seorang temannya bernama Ratih untuk membeli flash disk di Java Supermall, salah satu mall terbesar di kota Semarang. Teman Ema itu bilang, ada pameran komputer di sana. Tanpa curiga, Ema menerima ajakannya.Sesampainya di Java Supermall Ema diperkenalkan dengan teman Ratih yang secara tak sengaja bertemu dengan mereka. Beberapa saat mereka terlibat perbincangan. Tak lama kemudian datang dua orang teman Ratih. Salah satunya adalah teman lama Ratih di SMA. Salah seorang dari kedua teman Ratih itu kemudian bilang, hendak memperkenalkan Ratih dan Ema dengan seorang teman dari Jakarta. Namanya Wawan. Wawan ini telah beberapa kali mengikuti seminar tentang Islam hingga ke Malaysia. Tak lama kemudian datanglah orang yang dimaksud. "Nah, mumpung lagi ketemu sama mas Wawan gimana kalau kita ngobrol sebentar. Soalnya dia banyak pengalaman. Sayangkan kalau kesempatan ini dilewatkan," kata teman Ratih yang baru saja dikenalkan kepada Ema itu.Mereka menuju ke restoran siap saji Mc Donald. Di sini Wawan menyampaikan pengalamannya selama mengikuti seminar tentang islam di beberapa tempat di tanah air hingga ke luar negeri."Anda muslim? Apa yang anda banggakan dari negara Indonesia ini?," Wawan membuka diskusi.Menurut Wawan negara Indonesia bukan negara yang ideal bagi umat muslim. Produk-produk hukum yang ada bukan merupakan hukum Islam. Sebagai muslim yang taat, maka kita perlu menegakkan syariat Islam. Satu-satunya yakni dengan membentuk negara Islam. Untuk itu, kita perlu melakukan jihad menjadikan negara Indonesia sebagai negara Islam.Wawan memberikan penjelasan dengan penuh semangat. Kata Ema, seperti orang yang tengah mempresentasikan bisnis MLM. Sesekali ia membuka Al Qur'an berukuran saku dan membacakan dalil-dalil untuk mendukung argumentasinya.Dikatakan Wawan jika kita sepakat, maka kita perlu berjihad. Berjihad secara total, tidak setengah-setengah. Rela memberikan apa yang kita cintai untuk berjuang di jalan Allah."Sekarang, berapa kemampuan anda untuk bershodaqoh di jalan Alloh," tanya Wawan."Tiga juta," jawab salah seorang."Tujuh juta," jawab lainnya.Kini giliran Ema. Ia masih terdiam. Ia tak membawa uang sebesar itu."Sekarang, barang apa yang paling anda cintai. Jika anda mengaku sebagai umat muslim, maka kapanpun harus bersedia menyedekahkan untuk di jalan Alloh," tanya Wawan lagi."Radio. Salah satu barang milik saya yang saya sukai adalah radio," jawab Ema dengan lugu.Tapi jawaban Ema itu dimentahkan oleh Wawamn. Menurutnya radio bukan barang yang layak untuk sedekah, selain barang itu kini tak ada di tangan Ema, nilai nominal radio relatif rendah. "Yang sekarang anda bawa?" tanya Wawan lagi.Ema merasa terpojok. Satu-satunya barang yang dibawanya, yang paling disukainya, tak lain adalah Hand Phone Nokia N-Gage. Tapi dia berat untuk melepaskannya. Ini handphone satu-satunya."Handphone," jawab Ema, setengah terpaksa."Tapi, handphone ini bukan milik saya. Ini punya kakak saya. Ia yang membelinya. Saya harus minta ijin dulu kepada kakak saya," jawabnya memberi alasan. Sebenarnya ia tak rela jika harus memberikan handphone itu, entah untuk jihad di jalan tuhan. Maka ia sebisa mungkin mencari alasan."Tidak, kalau anda mau sodaqoh tak boleh ditunda-tunda. Harus segera," jawab Wawan. Ia kemudian membacakan dalil yang menerangkan bahwa Nabi Muhammad bersedekah dengan memberikan harta miliknya yang sebenarnya sangat disayangi.Maka, dengan berat hati Ema pun menyerahkan Handphone itu. Salah seorang mengatakan Handphone itu akan digadaikan. Uangnya nanti akan digunakan untuk keperluan jihad di jalan Alloh. Beberapa saat kemudian, kurang dari 15 menit, seorang yang menggadaikan handphone itu kembali. Katanya, sudah beres. Eva mulai curiga, "kok secepat itu," pikirnya."Sekarang, anda harus segera membersihkan diri. Saya ajak anda untuk hijrah," kata Wawan. Hijrah kemana? Ke suatu tempat, di sana Ema akan dibersihkan diri. Hmm...."Tapi saya harus pulang ke kos dulu. Saya belum bawa apa-apa. Saya perlu persiapan," kata Ema.Lagi-lagi jawaban Ema ditolak. Dikatakan, jika hendak bertaubat maka harus dilaksanakan dengan segera, tak boleh ditunda-tunda. Anjuran hijrah ini katanya seperti yang dilakukan oleh Rosulullah saat berhijrah dari Makkah ke Madinah.Salah seorang bilang kepada Ema jika dirinya akan diajak pergi ke Jakarta. Dari Java Supermall mereka kemudian mereka menuju ke stasiun kereta api Poncol. Sore menjelang maghrib mereka tiba di stasiun. Mereka memesan tiket kereta yang berangkat pukul 18.00, tapi rupanya tiket yang dimaksud sudah habis dipesan. Jam keberangkatan selanjutnya sekitar pukul 21.00. Artrinya mereka masih harus menunggu beberapa jam lagi.Ema merasa ada yang tak beres. Ia meminjam handphone Ratih untuk menghubungi pacarnya. Selang beberapa menit kemudian sang pacar menelponnya dengan nada marah-marah setelah mengetahui Ema hendak pegi ke Jakarta. Tak lama kemudian sang pacar datang ke stasiun menemui Ema dan memarahinya. Ema diajaknya pulang. Teman Ema dan orang yang hendak mengajaknya ke Jakarta itu kabur entah kemana.
Sumber : www.suaramerdeka.com

Selasa, 05 Februari 2008

NOVEL AYAT AYAT CINTA



www.pdat.co.id/.../ 12/18/nwb,20061218-01,id.html

Jumat, 01 Februari 2008

HUMOR ORBA

Kamus Humor Orba

DEPDAGRI: Departemen Dagangin Negeri

KORPRI : Korban Perintah

KUHP : Kasih Uang Habis Perkara

LUBER : Lubangi Beringin

NIP : Nrimo Ing Pandum (Nerima apa adanya, gaji PNS kecil).

PEMILU : Penipuan Umum

PKI : Partai Kolusi antar birokrat militer konglomerat Indonesia

PORKAS : Penyebab Orang Rusak Karena Ajaran Suharto

PPP : Putra Putri Presiden (nan rakus)

HABIBI : Habis Bikin Bingung (menjual)

HARMOKO : Hari hari oMong Kosong

IMF : Indonesia Makin Fatal

BAMBANG : Bagaimanapun Aku Memang Bangsat

BIMANTARA : Bini, Mantu, Anak Tamak dan Rakus

GOLKAR : Golongan Korputor and Rakus

SEKDALOBANG: Sekitar Dada Berlobang

SEKWILDA: Sekitar Wilayah Dada

SIGIT : Suka Itunya digGigit

SUHARTO : Sudah Harus Tobat

SUPERSEMAR : Suharto Pergi Sperti Marcos

SURJADI : Suruh apa saJa jaDi

TIMOR : Tommy Itu Memang Orang Rakus

TUTUT : Tanpa Malu Terima Upeti Terus; Tanpa Usaha Untung Terus

TUT WURI HANDAYANI: Tutut Wira-Wira Hendaknya Dilayani

TVRI : TV Ribut Iuran

Harta Rampokan Suharto


Sebagian kecil kekayaan keluarga Soeharto di luar negeri

Britania Raya (UK)

Lima rumah seharga antara 1-2 juta Poundsterling (1 Poundsterling = Rp 18,000) di London, yang terdiri dari:

Rumah Sigit Harjojudanto di 8 Winington Road, East Finchley

Rumah Sigit Harjojudanto di Hyde Park Crescent

Rumah Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) di daerah Kensington

Rumah Siti Hediyati Haryanti (Titiek Prabowo) di belakang Kedubes AS di Grosvernor Square

Rumah Probosutedjo di 38A Putney Hill, Norfolk House, London SW.15/6 AQ : 3 lantai, dengan basement.

(sumber-sumber: Tiara , 5 Desember 1993: 35; Forum Keadilan , 1 Juni 1996: 47; Dewi , Juni 1996; Swa , 19 Juni - 9 Juli 1997: 85; Far Eastern Economic Review , 9 April 1998; mahasiswa Indonesia serta wartawan Inggris dan Indonesia di London dan Jakarta).

Amerika Serikat

Dua rumah Dandy N. Rukmana dan Danti I. Rukmana (anak laki-laki dan anak perempuan Tutut) di Boston, dengan alamat:

60 Hubbard Road , Weston, Massachussets (MA) 02193 (sejak Juli 1995)

337 Bishops Forest Drive , Waltham , MA 02154 (sejak Februari 1992)

Dua rumah anak-anak Sudwikatmono di:

Hillcrest Drive , Beverly Hills , California ,

Doheney Drive , Beverly Hills , California

Rumah peristirahatan keluarga Suharto di Hawaii.

(sumber-sumber: Eksekutif , Maret 1990: 133-134; Tiara , 5 Desember 1993: 35 Far Eastern Economic Review , 9 April 1998; Ottawa Citizen , 16 Mei 1998; hasil investigasi aktivis pro-demokrasi Indonesia di AS)

Laut Karibia

Rumah-rumah peristirahatan keluarga Suharto di Kepulauan Bermuda dan Cayman (sumber-sumber: Ottawa Citizen , 16 Mei 1998; Die Welt , 23 Mei 1998)

Suriname

Raden Notosoewito, adik tiri Suharto dari Desa Kemusuk, Kabupaten Bantul, DI. Yogyakarta, adalah ketua Yayasan Kemusuk Somenggalan. Yayasan ini adalah pemegang saham PT Mitra Usaha Sejati Abadi (MUSA), holding company dari satu konglomerat yang punya berbagai bidang usaha di Indonesia (Solo, Yogya, Malang, DKI Jaya), Singapura, Hong Kong, dan Suriname.

Di negeri yang tersebut terakhir itu, Suriname, konglomerat ini pada tahun 1993 mendapat konsesi hutan seluas 150 ribu hektar di Distrik Apura, Suriname bagian Barat. Konsesi itu merupakan awal dari rencana MUSA untuk menanamkan modal sebesar US$ 1,5 milyar, sebagian besar untuk sektor kehutanan. Konsesi hutan ini, serta praktek MUSA Group untuk juga memborong kayu dari daerah di luar konsesinya sendiri, telah mendapatkan serangan dari gerakan lingkungan di mancanegara.

Selain dampak lingkungan dan budayanya yang sangat merusak bagi suku-suku Amerindian Maroon di Distrik Apura, yang juga jadi sorotan adalah bagaimana konsesi itu diperoleh berkat 'diplomasi tingkat tinggi' antara Suharto, sebagai Ketua Gerakan Non-Blok waktu itu, dengan para petinggi Surinam yang keturunan Jawa, khususnya Menteri Sosial Surinam, Willy Sumita. Diplomasi tingkat tinggi, di mana konon uang sogokan sebanyak US$ 9 juta berpindah ke
tangan para politisi, dikenal di sana dengan istilah "The Indonesian Connection". Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh Yayasan Kemusuk Somenggalan, yang beroperasi di Paramaribo, Ibukota Surinam dengan bantuan Kedubes RI di sana, adalah menawarkan bantuan untuk renovasi Istana Presiden Suriname. Proyek itu ditawarkan untuk diborong oleh anak perusahaan MUSA sendiri. (sumber-sumber: Kompas , 15 Maret 1993, hal. 14 [iklan ucapan
selamat atas terpilihnya Suharto dan Tri Sutrisno sebagai Presiden & Wk. Presiden

RI]; EIA, 1996: 32; Skephi & IFAW, 1996; Friedland & Pura, 1996; Harrison, 1996; de Wet, 1996; Toni and Forest Monitor, 1997: 26-27, 29-30)

Aotearoa (New Zealand)

Kawasan wisata buru seluas 24,000 Ha bernama Lilybank Lodge di kaki Mount Cook dan di tepi Danau Tekapo di Southern Island bernilai NZ$ 6 juta (1 NZ$= Rp 4000), yang dibeli lisensinya dari Pemerintah NZ oleh Tommy Suharto tahun 1992. (sumber: AFP , 20 Mei 1998; Australian Financial Review , 27 Mei 1998; hompage: www.lilybank.co.nz ; hasil investigasi lapangan G.J.Aditjondro ke Lilybank, bulan Februari 1998).



Australia

Kapal pesiar mewah (luxury cruiser ) milik Tommy Suharto seharga Aust$ 16 juta (1 Aust$ = Rp 5.000), yang diparkir di Cullen Bay Marina di Darwin.

Merger antara perusahaan iklan ruang asal Melbourne, NLD, dengan kelompok Humpuss milik Tommy & Sigit, tahun 1997, berbarengan dengan pembelian saham perusahaan iklan ruang terbesar di Malaysia, BTABS (BT Advertising Billboard Systems), memberikan Tommy dan partner Australianya, Michael Nettlefold, konsesi atas billboards di sepanjang freeways di Negara Bagian Victoria, Australia, serta sepanjang jalan-jalan toll NLD-Humpuss di Malaysia,
Filipina, Burma dan Cina.

Perjanjian persekutuan strategis (strategic alliance) antara Kelompok Sahid milik Keluarga Sukamdani Gitosarjono dengan Kemayan Hotels and Leisure Ltd., yang ditandatangani bulan Desember 1997, memungkinkan Sahid ikut memiliki 50 hotel milik Park Plaza International (Asia Pacific) di kawasan Asia-Pasifik serta 180 hotel Park Plaza di AS. Dengan demikian, 24 hotel milik kelompok Sahid di Indonesia dan Medinah, Arab Saudi, diganti namanya menjadi Sahid Park Plaza Hotel. Harap diingat bahwa Sukamdani Gitosardjono, sejak 28 Oktober 1968 menjabat sebagai Ketua Harian Yayasan Mangadeg Surakarta, yang didirikan dengan dalih membangun dan mengelola kuburan keluarga besar Suharto. Jadi tidak tertutup kemungkinan, bahwa ekspansi Kelompok Sahid ke Arab Saudi, AS, dan Asia-Pasifik melalui Kelompok Kemayan/Park Plaza ini, juga memperluas sumber pendapatan keluarga Suharto di berbagai negara itu.

(sumber-sumber: Tempo , 3 Desember 1977: 8-9; Info Bisnis , Juli 1994: 9-23; Kontan , 10 Maret 1997; Australian Financial Review , 17 Desember 1997, 13 Maret 1998; Weekend Australian , 10-11 Agustus 1998; Sydney Morning Herald , 17 Agustus 1996, 11 Desember 1997, 6 April 1998; The Suburban , Darwin, 11 Juni 1998; Port Phillip/Caulfield Leader , 22 Juni 1998; sumber-sumber lain)


Singapura

Perusahaan tanker migas milik Bambang Trihatmodjo dkk, Osprey Maritime, yang total memiliki 30 tanker, dengan nilai total di atas US$ 1,5 milyar (US$ 1 = Rp 10.000). Sejak Juni 1996, dua tanker Osprey, yakni Osprey Alyra dan Osprey Altair, dikontrak oleh Saudi Basic Industrial Corporation untuk mengangkut minyak dan produk-produk petrokimia dari Arab Saudi ke mancanegara. Dengan akuisisi perusahaan tanker Norwegia yang terdaftar di Monaco, Gotaas-Larsen, oleh Osprey Maritime yang disepakati bulan Mei 1997, perusahaan milik Bambang Trihatmodjo ini menjadi salah satu maskapai pengangkut migas terbesar di Asia. (sumber-sumber: Economic & Business Review Indonesia , 5 Juni 1996; Asiaweek , 23 Mei 1997: 65; LNG Current News , 13 Februari 1998).

Perusahaan tanker migas milik Tommy & Sigit, Humpuss Sea Transport Pte. Ltd. adalah anak perusahaan PT Humpuss INtermoda Transport (HIT), yang pada gilirannya adalah bagian dari Humpuss Group. Tapi dengan berbasis di Singapura, perusahaan itu -- yang berpatungan dengan maskapai Jepang, Mitsui O.S.K. Lines -- dapat mengoperasikan ke-13 tanker migas dan LNGnya, lepas dari intervensi Pertamina pasca-Reformasi. Ini setelah berhasil menciptakan
reputasi bagi dirinya sendiri berkat kontrak jangka panjangnya dengan Taiwan Perusahaan Singapura ini pada gilirannya punya anak perusahaan yang berbasis di Panama, First Topaz Inc. (sumber-sumber: Swa , Mei 1991: 45-46; Prospek , 18 Januari 1992: 40-43;Info Bisnis , November 1994: 12; Jakarta Post , 20 November 1997).

Malaysia, Filipina, Burma, dan Cina

Di ke-4 negara Asia ini, Siti Hardiyanti Rukmana masih menguasai jalan-jalan tol sebagai berikut:

166,34 Km jalan toll antara Wuchuan - Suixi - Xuwen di Cina;

83 Km Metro Manila Skyway & Expressway di Luzon, Filipina;

22 Km jalan toll antara Ayer Hitam dan Yong Peng Timur, yang merupakan Bagian dari jalan tol Proyek Lebuhraya Utara Selatan sepanjang 512 Km yang menghubungkan Singapura, Johor, sampai ke perbatasan Muangthai di Malaysia;

Jalan toll patungan dengan Union of Myanmar Holding Co. di Burma.

(sumber-sumber: Info Bisnis , Juni 1994: 11-12; Swa , 5-18 Juni 1997: 47; AP, 21 Februari 1997; Economic & Business Review Indonesia , 5 Maret 1997: 44)


Sumber :

http://www.hamline.edu/apakabar/index.html

Daftar ini baru meliputi sebagian kecil saja kekayaan keluarga besar Suharto berwujud rumah, kawasan buru, kapal layar mewah, serta perusahaan properti dan perusahaan tanker yang sebagian atau seluruhnya milik keluarga bekas kepala negara ketiga terkaya di dunia. Ini belum lagi saham mereka dalam puluhan perusahaan di luar negeri.

Kamis, 31 Januari 2008